Pergilah. Hiduplah. Bahagialah.
Ketika kekasih akan pergi
Entah kapan akan kembali
Hati diliputi kesesakan
Bercampur rona kesedihan
Aku bukan yang punya kuasa
Nasib kita ditentukan langit di atas
Andai darah ini berbeda,
Apakah cinta tetap menemukan jalannya?
Kembali pulang
Entah harus senang atau sedih
Segalanya berkecamuk -- saling mencambuk dan dicambuk
Jika Tuhan yang menuntun jalan,
Akankah Ia menunjukmu bersamaku?
Atau biarlah angin yang menemaniku
Karena aku tak mau siapapun
Aku tak pernah mau apapun
Yang kumau hanyalah kamu
Kita yang menjadi satu
Aku mengenal diriku
Yang bersalah pada dunia
Yang bersalah pada kamu
Yang rasa ini tidak dapat disalahkan
Berbahagialah engkau, kekasihku
Ada kalanya kita harus berpisah
Walau kita tidak pernah menjadi satu
Berbahagialah engkau, kekasihku
Dunia mempersalahkanku
dan engkau pun begitu
Namun tidak ada satu pun kebahagiaan buatku
Selain kebahagiaanmu
Pergilah. Hiduplah. Bahagialah.
Kekasihku.
Entah kapan akan kembali
Hati diliputi kesesakan
Bercampur rona kesedihan
Aku bukan yang punya kuasa
Nasib kita ditentukan langit di atas
Andai darah ini berbeda,
Apakah cinta tetap menemukan jalannya?
Kembali pulang
Entah harus senang atau sedih
Segalanya berkecamuk -- saling mencambuk dan dicambuk
Jika Tuhan yang menuntun jalan,
Akankah Ia menunjukmu bersamaku?
Atau biarlah angin yang menemaniku
Karena aku tak mau siapapun
Aku tak pernah mau apapun
Yang kumau hanyalah kamu
Kita yang menjadi satu
Aku mengenal diriku
Yang bersalah pada dunia
Yang bersalah pada kamu
Yang rasa ini tidak dapat disalahkan
Berbahagialah engkau, kekasihku
Ada kalanya kita harus berpisah
Walau kita tidak pernah menjadi satu
Berbahagialah engkau, kekasihku
Dunia mempersalahkanku
dan engkau pun begitu
Namun tidak ada satu pun kebahagiaan buatku
Selain kebahagiaanmu
Pergilah. Hiduplah. Bahagialah.
Kekasihku.
Comments
Post a Comment