Surat Kematian
Apa yang lebih menyakitkan bagi orang yang kita sayangi?
Terpisah jarak dan waktu, tapi kenangan kecintaan itu tetap menyala,
Atau kehilangan dia selamanya, walau berada pada dimensi yang sama?
Apakah aku akan selalu sendiri di dunia orang hidup ini?
Kata-Mu, manusia diciptakan berpasang-pasangan.
Aku sudah menapaki berbagai jalannya, Engkau tak kunjung datang
Ya Tuhan, ampunilah aku karna menanggung dosa yang berat
Jikalau Engkau menghendaki aku meneruskan petualangaku sendiri, tuntunlah aku.
Hindarkan aku dari kemelekatan dunia dan segala isinya, termasuk ciptaan-Mu yang paling termasyur
Aku tidak berani lagi untuk berharap akan takdir yang hendak kupilih sendiri
Apakah salah jika aku melanggar perintah-Mu untuk beranak cucu?
Karna hatiku terasa sakit, ya Allah.
Walau tak sesakit pengorbanan-Mu di salib, tetap saja aku hanyalah manusia biasa
Lemah, tak berdaya: itulah kodratnya.
Ambillah hidupku, ya Bapa.
Pakai cara yang paling tenang, sambil ku bayangkan wajah-Mu dari dekat
Seperti apakah kehidupan bersama-Mu, ya Tuhan?
Pasti menyenangkan hingga aku tak perlu menanggung malu
Kurasa, dunia orang hidup tak lagi membutuhkanku
Mereka akan berduka sebentar, lalu kembali berpesta pora untuk kesenangannya sendiri.
Memang itu yang aku harapkan, tidak ada duka dan tangis terlalu dalam saat tiada.
Apakah boleh, ya Tuhan, keinginan kecil ini terjadi padaku?
Tetapi, jangan kehendak ku yang terjadi, melainkan kehendak-Mu lah.
Comments
Post a Comment